Minggu, 14 Agustus 2011

Manfaat Kulit Bawang Merah

Biasanya jika kita memasak menggunakan bumbu bawang merah, kita akan mengupas kulitnya kemudian dibuang. Hal ini sangat disayangkan, karena ternyata kulit bawang merah sangat kaya manfaat kesehatan dan dapat dijadikan obat untuk penyakit kardiovaskular, keluhan gastrointestinal, kanker usus besar, diabetes tipe-2 serta obesitas. Produksi limbah bawang merah semakin hari semakin meningkat sejalan dengan banyaknya jumlah permintaan. Lebih dari 500.000 ton limbah bawang merah dihasilkan di Uni Eropa setiap tahunnya. Dan ini merupakan masalah lingkungan yang cukup serius.



Limbah bawang antara lain kulit cokelat kering, lapisan luar, akar dan batang, serta bawang yang ukurannya kecil sehingga tidak cukup besar untuk digunakan secara komersil atau bawang yang rusak.
“Salah satu solusi yang digunakan untuk limbah bawang merah adalah sebagai bahan alami dengan nilai fungsional tinggi, karena sayuran ini kaya akan senyawa yang memberikan manfaat bagi kesehatan manusia,” ujar Vanesa Benitez, seorang peneliti di Departemen Kimia Pertanian Autonomous University of Madrid, Spanyol, seperti dilansir Health24, Jumat (22/7/2011).
Para ilmuwan dari Cranfield University, Inggris, bekerjasama dengan Kelompok riset Benitez untuk melakukan penelitian di laboratorium untuk mengidentifikasikan zat dan kemungkinan penggunaan setiap bagian bawang.



Dan ternyata menurut penelitian, kulit coklat bawang dapat digunakan sebagai bahan fungsional yang tinggi serat (terutama jenis non larut) dan senyawa fenolik, seperti quercetin dan flavonoid lain (metabolit tanaman dengan sifat obat). Dua lapisan berdaging luar bawang juga mengandung serat dan flavonoid.
“Makan serat dapat mengurangi risiko menderita penyakit kardiovaskular, keluhan gastrointestinal, kanker usus besar, diabetes tipe-2 dan obesitas,” jelas peneliti.
Senyawa fenolik telah diketahui mampu membantu mencegah penyakit koroner dan mempunyai sifat anti-karsinogenik. Tingginya tingkat senyawa ini di kulit kering dan lapisan luar umbi bawang juga dapat memberikan kapasitas antioksidan yang tinggi.
Para peneliti memberikan saran agar menggunakan bagian-bagian internal dan bawang utuh yang dibuang sebagai sumber fruktan dan senyawa belerang. Fruktan adalah prebiotik, dengan kata lain mempunyai efek kesehatan yang menguntungkan, karena secara selektif dapat merangsang pertumbuhan dan aktivitas bakteri dalam usus besar.
Senyawa belerang akan mengurangi akumulasi trombosit, meningkatkan aliran darah dan kesehatan jantung secara umum. Senyawa ini juga mempunyai efek positif pada antioksidan dan sistem anti-inflamasi pada mamalia.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa  memisahkan bagian-bagian yang berbeda dari bawang yang dihasilkan selama proses industri sangat menguntungkan. Karena hal ini akan memungkinkan limbah bawang dapat digunakan sebagai sumber senyawa fungsional yang akan ditambahkan ke bahan makanan lain,” jelas Benitez. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Plant Foods for Human Nutrition.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar